RSS
Facebook
Twitter

Senin, 01 April 2013

Burung Kutilang Jambul

Si Jambul Bersuara Merdu




Sekilas
Kutilang jambul atau nama ilmiahnya Pycnonotus jocosus, saat ini merupakan burung kicauan yang lagi trend di beberapa negara seperti thailand, vietnam, singapura dan malaysia, bahkan mulai merambah negeri kita, Indonesia. Burung Kutilang jambul punya penampilan dan warna telinga merah menyala yang menarik dan anggun. Dilihat dari cara berdiri yang tegak dan perilakunya yang kalem burung ini langsung menarik hati para penggemar burung kicauan.

Habitat
Burung ini bukan burung asli di Indonesia, dan sampai saat ini belum dilaporkan keberadaannya di hutan alam indonesia. Burung Kutilang jambul habitat aslinya berada di Semenanjung Malaysia dan Thailand.

Perbedaan jantan dan betina
1. Burung jantan lebih sering berkicau dengan suara ngerol, sedangkan burung betina hanya ngeban -ngeban saja.
2. Dengan meraba supit udang atau tulang sumpitnya. Jika supit udang terasa rapat, berarti burung jantan. Jika longgar, itu menandakan burung betina.

Makanan
Burung kutilang jambul menyukai beberapa jenis pakan, antara lain:
  • Kroto (telur semut rangrang), yang bisa di beli di kios / pasar burung, atau hasil budidaya sendiri.
  • Belalang hijau atau jangkrik
  • Anai-anai / laron (2 ekor pagi dan sore hari).
  • Sayuran seperti oyong, tomat, dan  parutan wortel.
  • Buah-buahan seperti limau / jeruk sunkist, atau mengkudu yang sudah masak.
  • Pisang kepok yang terlebih dulu diolesi madu (cukup 1x dalam seminggu).
  • Potongan cabai yang diletakkan dalam wadah pakannya (cukup 1x seminggu, atau sebulan sekali).

Perawatan
1. Berikan pakan bermutu tinggi dengan kandungan yang lengkap.
2. Burung dikeluarkan pagi-pagi hari sekali untuk diembunkan.
3. Mandi diberikan pada pagi hari dan jemur selama 1,5 – 2 jam.
4. Berikan jangkrik 5 ekor di pagi hari, dan 5 ekor sore hari.
5. Berikan 1 sendok teh kroto setiap pagi.
6. Berikan buah-buahan yang bervariasi. Silakan melakukan pengaturan sendiri, sehingga setiap hari burung bisa menyantap buah yang berbeda dari hari kemarin atau esok hari.
6. Jika dilombakan, sebaiknya jangan dimandikan pada hari lomba, karena bisa membuatnya tidak stabil saat bertarung.SND

0 komentar:

Poskan Komentar